Gedung Pos Ibukota, Jl. Lapangan Banteng Utara No.1, Pasar Baru, Sawah Besar, Central Jakarta City, Jakarta 10710
(021) 1500225

Sinergi Bea Cukai dan Bareskrim Bongkar Penyelundupan 3,3 Kg Ekstasi Asal Hungaria dalam Papan Catur

Di publish pada 07-04-2026 09:23:33

Sinergi Bea Cukai dan Bareskrim Bongkar Penyelundupan 3,3 Kg Ekstasi Asal Hungaria dalam Papan Catur
Sinergi Bea Cukai dan Bareskrim Bongkar Penyelundupan 3,3 Kg Ekstasi Asal Hungaria dalam Papan Catur

TANGERANG SELATAN – Kolaborasi apik antara Bea Cukai dan Bareskrim Polri kembali membuahkan hasil dalam perang melawan peredaran gelap narkotika. Tim gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan 3,3 kilogram ekstasi yang dikirim dari Hungaria. Operasi penangkapan dilakukan di area parkir kantor pos wilayah Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Kamis (13/2).

Keberhasilan ini bermula dari kejelian petugas Bea Cukai Pasar Baru yang menaruh curiga pada sebuah paket kiriman internasional pada Selasa (10/2). Saat dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan kristal putih kecokelatan yang diidentifikasi sebagai Metilendioksimetamfetamina (MDMA/Ekstasi). Uniknya, para pelaku mencoba mengelabui petugas dengan menyembunyikan barang haram tersebut di dalam papan catur berbahan PVC. "Modus penyamaran ini adalah upaya nyata pelaku untuk memanfaatkan jalur logistik global demi menembus pengawasan aparat," ungkap Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, dalam keterangan resminya, Minggu (15/2). Menindaklanjuti temuan tersebut, Bea Cukai Pasar Baru bersama Bareskrim Polri dan Kantor Pos Tangerang Selatan melakukan teknik controlled delivery (pengawasan pengiriman) pada 11-12 Februari. Hasilnya, dua pria berinisial AS dan AAM diringkus saat hendak mengambil paket tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, terungkap fakta mengejutkan bahwa aksi ini diduga dikendalikan oleh seorang narapidana di dalam Lapas berinisial AF. Ironisnya, instruksi pengambilan paket dilakukan melalui fasilitas video call. Selain ribuan gram ekstasi, petugas juga menyita satu unit ponsel dan sepeda motor sebagai barang bukti tambahan.
Komitmen Perlindungan Masyarakat Saat ini, penyidik tengah melakukan pengembangan intensif untuk memutus rantai jaringan ini, termasuk berkoordinasi dengan pihak Lapas dan Jaksa Penuntut Umum. Langkah hukum selanjutnya mencakup uji laboratorium forensik serta pemeriksaan saksi-saksi guna melengkapi berkas perkara. Syarif menegaskan bahwa pengawasan ketat pada jalur logistik internasional adalah harga mati untuk melindungi stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat dari daya rusak narkoba. "Kami berharap kolaborasi lintas instansi ini semakin solid untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika internasional dan memastikan keamanan publik tetap terjaga," tutup Syarif.



Isikan nama, email dan komentar Anda