Gedung Pos Ibukota, Jl. Lapangan Banteng Utara No.1, Pasar Baru, Sawah Besar, Central Jakarta City, Jakarta 10710
(021) 1500225

Sinergi Hebat! Bea Cukai dan Bareskrim Bongkar Clandestine Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter

Di publish pada 07-04-2026 09:24:58

Sinergi Hebat! Bea Cukai dan Bareskrim Bongkar Clandestine Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter
Sinergi Hebat! Bea Cukai dan Bareskrim Bongkar Clandestine Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter

JAKARTA – Kolaborasi intensif antara Kanwil DJBC Jakarta, Bea Cukai Kantor Pos Pasar Baru, dan Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik laboratorium gelap (clandestine lab) pembuatan sabu di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dalam operasi berantai yang berlangsung pada pertengahan Februari 2026 ini, petugas menyita total 13 kilogram sabu siap edar. Kejelian Petugas di Pintu Masuk Internasional Keberhasilan ini berawal dari ketajaman analisis petugas Bea Cukai Pasar Baru pada Kamis (12/2). Saat melakukan pemindaian X-Ray terhadap paket kiriman asal Iran, petugas menemukan anomali pada dinding kemasan peti kulit. Setelah dibongkar, ditemukan kristal biru seberat 11,56 kilogram yang disembunyikan dengan sangat rapi. Hasil uji laboratorium mengonfirmasi bahwa serbuk kristal tersebut merupakan narkotika golongan I jenis metamfetamin atau sabu.

Operasi Berantai: Dari Pluit hingga Lab di Sunter Temuan tersebut menjadi pintu masuk bagi tim gabungan untuk melakukan teknik controlled delivery. Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, menjelaskan kronologi penangkapan yang berlangsung selama tiga hari (13–15 Februari 2026): 1. Jumat (13/2): Petugas meringkus KKF, seorang warga negara (WN) Iran yang berperan sebagai penerima paket di sebuah apartemen di kawasan Pluit. 2. Sabtu (14/2): Tim bergerak cepat menangkap tersangka kedua berinisial SB (juga WN Iran) yang diduga kuat berperan sebagai "koki" atau peracik sabu. 3. Penggerebekan Lab: Di hari yang sama, petugas menggerebek sebuah unit apartemen di Sunter yang disulap menjadi laboratorium produksi. Di lokasi ini, ditemukan tambahan sabu seberat 1.683 gram beserta alat produksi lengkap, mulai dari kompor portabel, cairan kimia, hingga alat penggiling serbuk. "Jaringan ini tidak hanya menyelundupkan barang jadi, tetapi juga memproduksi ulang narkotika di dalam negeri untuk memperbanyak stok mereka," tegas Syarif dalam keterangan resminya, Rabu (18/2).
Selain aspek hukum, pengungkapan laboratorium di area hunian padat penduduk ini menyelamatkan warga dari risiko non-kriminal. Keberadaan lab narkotika rumahan sangat rawan memicu kebakaran akibat reaksi zat kimia serta paparan limbah beracun bagi lingkungan sekitar. Syarif menambahkan bahwa penggagalan 13 kg sabu ini merupakan langkah nyata dalam menjaga ketahanan keluarga Indonesia. "Setiap kilogram yang kami amankan berarti menyelamatkan ribuan generasi muda dari kerusakan permanen," imbuhnya. Hingga saat ini, seluruh tersangka dan barang bukti telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut guna memetakan jaringan internasional yang lebih luas. Sinergi lintas instansi ini diharapkan menjadi pesan kuat bagi sindikat narkoba bahwa ruang gerak mereka di Indonesia semakin sempit.



Isikan nama, email dan komentar Anda